Cart

Pendidikan

MASUKNYA BUDAYA ASING DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA

MASUKNYA BUDAYA ASING DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA

Arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital telah membuka ruang tanpa batas bagi masuknya berbagai budaya asing ke dalam kehidupan anak-anak Indonesia. Di balik kemudahan akses informasi dan peluang belajar yang semakin luas, tersimpan tantangan besar terhadap pembentukan karakter generasi muda, khususnya siswa sekolah dasar yang masih berada pada fase penting perkembangan moral, sosial, dan kepribadian. Buku Masuknya Budaya Asing dalam Membentuk Karakter Siswa mengupas secara komprehensif dinamika tersebut melalui perspektif pendidikan, psikologi perkembangan, budaya, dan pembelajaran. Pembahasan diawali dengan analisis mengenai budaya digital, perilaku imitasi anak terhadap konten media sosial, serta dampaknya terhadap karakter, kesantunan berbahasa, dan perkembangan moral peserta didik. Selanjutnya, buku ini mengulas berbagai strategi penguatan karakter melalui peran guru sebagai teladan, implementasi Profil Pelajar Pancasila, digital parenting, internalisasi kearifan lokal, sinergi sekolah dan keluarga, pendidikan karakter religius, serta penumbuhan nasionalisme di tengah fenomena borderless world. Tidak berhenti pada identifikasi persoalan, buku ini juga menawarkan berbagai strategi praktis yang dapat diterapkan oleh guru, orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam membangun ketahanan karakter anak terhadap derasnya pengaruh budaya asing. Berbagai contoh implementasi pendidikan karakter dipadukan dengan kajian teoritis yang relevan sehingga menghasilkan pembahasan yang sistematis, kontekstual, dan aplikatif. Buku ini hadir sebagai referensi bagi mahasiswa, calon guru, pendidik, dosen, peneliti, pemerhati pendidikan, serta orang tua yang memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi bangsa. Melalui pemahaman yang utuh mengenai hubungan antara globalisasi, budaya digital, dan pendidikan karakter, pembaca diajak untuk membangun ekosistem pendidikan yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi secara bijaksana tanpa kehilangan identitas budaya, nilai-nilai Pancasila, dan karakter luhur bangsa Indonesia. Buku ini menjadi ikhtiar akademik untuk meneguhkan bahwa pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam mempersiapkan generasi yang cerdas, berintegritas, adaptif, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan.
MEDIA AND TECHNOLOGY IN ELT
MEDIA AND TECHNOLOGY IN ELT

MEDIA AND TECHNOLOGY IN ELT

This book is structured to offer both conceptual foundations and practical applications. It begins by exploring the role of media in language teaching and the theoretical frameworks that support its use. Subsequent chapters introduce a range of traditional and digital media, including audiovisual aids, printed materials, multimedia presentations, language learning apps, digital games, and virtual learning environments. Special attention is given to the integration of ICT, not only as a support tool but as a transformative element in language education. From blended learning models to fully online instruction, the chapters explore how ICT fosters learner autonomy, collaboration, and global communication. The book also examines the challenges teachers may face, such as digital literacy, access to resources, and pedagogical readiness, and offers strategies for overcoming them. As educators ourselves, we understand that theory alone is insufficient. Therefore, this book emphasizes practical examples, case studies, lesson planning ideas, and classroom activities that can be directly applied or adapted to different teaching contexts. These resources are designed to inspire creativity and critical thinking among teachers in designing their own instructional materials.
Membangun Disiplin Siswa Melalui Keteladanan Guru
Membangun Disiplin Siswa Melalui Keteladanan Guru
Hot

Membangun Disiplin Siswa Melalui Keteladanan Guru

Proses pelaksanaan pendidikan melibatkan banyak elemen di dalamnya, salah satunya adalah guru atau pendidik. Bagi seorang guru, menjadi teladan yang baik bagi anak didiknya adalah mutlak dan tidak bisa di tinggalkan karena itulah jalan satu-satunya untuk menciptakan anak didik yang unggul dan handal. Kedispilinan menjadi faktor penting dalam kesuksesan seseorang. Oleh karenanya kedisiplinan perlu dipupuk sejak dini. Masalahnya adalah seringkali siswa di sekolah dasar kurang disiplin dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari. Hal ini menegaskan bahwa diperlukan sebuah teladan untuk siswa agar mampu ditiru dalam berdisiplin dalam kegiatan sehari-hari. Buku ini akan membahas implikasi keteladanan guru terhadap perilaku disiplin peserta didik. Pentingnya sebuah keteladanan bagi seorang guru adalah untuk menjadi pigur peserta didik dan juga agar menjadi guru yang berkualitas. Baik dari segi sikap, tindakan, tutur kata, dan kepribadianyang di perlihatkan dan di terapkan oleh guru di sekolah sehingga akan membentuk watak dan perilaku yang baik pula pada peserta didik. Menjadi guru yang mampu memberikan keteladanan-keteladanan yang baik, sesuai yang yang di ajarkan agama Islam, sehingga dari keteladanan inilah akan memancarkan kewibawaan-kewibawaan yang luhur dan mulia yang dapat diteladani oleh peserta didik.
MENEMBUS KATA: SEJARAH, PRAKTIK, DAN SENI MENULIS JURNALISTIK
MENEMBUS KATA: SEJARAH, PRAKTIK, DAN SENI MENULIS JURNALISTIK

MENEMBUS KATA: SEJARAH, PRAKTIK, DAN SENI MENULIS JURNALISTIK

Jurnalistik bukan semata persoalan menyusun kata atau menulis fakta, melainkan juga tentang membangun kepercayaan publik, merawat nurani, dan menjunjung tinggi integritas. Di tengah arus informasi yang deras dan sering kali membingungkan, peran jurnalis sebagai penjaga kebenaran menjadi semakin krusial. Buku ini ditutup bukan sebagai akhir dari pembelajaran, melainkan sebagai awal dari perjalanan panjang dalam memahami, mengamalkan, dan menyempurnakan praktik jurnalistik. Kami berharap, pembaca tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis dari buku ini, tetapi juga menyerap nilai-nilai etis dan tanggung jawab sosial yang melekat dalam profesi jurnalis. Kami percaya bahwa setiap tulisan yang lahir dari kejujuran, empati, dan riset yang mendalam memiliki kekuatan untuk mengubah dunia—meskipun perlahan, namun pasti. Semoga buku ini menjadi salah satu bekal bagi para calon jurnalis, pendidik, dan siapa saja yang ingin "menembus kata" demi menjangkau makna, keadilan, dan kemanusiaan. Teruslah menulis. Teruslah mencari kebenaran.
Mengajar Matematika di Era Digital: Strategi dan Media Inovatif
Mengajar Matematika di Era Digital: Strategi dan Media Inovatif

Mengajar Matematika di Era Digital: Strategi dan Media Inovatif

Masihkah matematika menjadi "momok" yang menakutkan bagi siswa Anda? Di tengah arus disrupsi teknologi, metode pengajaran konvensional tak lagi cukup untuk menjangkau generasi digital native. Buku "Mengajar Matematika di Era Digital: Strategi dan Media Inovatif" hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut. Bukan sekadar manual teknis penggunaan aplikasi, buku ini adalah peta jalan pedagogis bagi pendidik modern yang ingin mengubah kelas matematika yang kaku menjadi ruang belajar interaktif. Di dalamnya, penulis mengupas tuntas strategi mengintegrasikan teknologi secara bermakna, meliputi:
  • Transformasi Pedagogi: Menggeser metode ceramah menuju pembelajaran berbasis proyek digital.
  • Media Mutakhir: Pemanfaatan Gamification, Dynamic Geometry Software, hingga integrasi Artificial Intelligence (AI) untuk memvisualisasikan konsep abstrak.
  • Asesmen Modern: Teknik evaluasi digital yang efektif dan terukur.
Bacaan wajib bagi guru, dosen, dan mahasiswa kependidikan. Buku ini mengajak Anda untuk berhenti melihat teknologi sebagai ancaman, dan mulai menjadikannya jembatan untuk meningkatkan literasi numerasi serta kemampuan pemecahan masalah siswa. Saatnya mentransformasi cara mengajar dan menjadikan matematika pelajaran yang relevan serta menyenangkan.
Mengenal Indonesia
Mengenal Indonesia
Hot

Mengenal Indonesia

Bahasa Indonesia menduduki urutan ke-8 dengan penutur terbanyak bahasa di dunia. Bahasa Indonesia pun menjadi salah satu bahasa asing yang menarik bagi bangsa lain untuk dipelajari. Beberapa alasan mengapa mereka mempelajari bahasa Indonesia karena letak Indonesia yang berkedekatan dengan negara mereka, misalnya negara Australia, Jepang, dan beberapa negara Asia lainnya. Alasan lain yang mendorong penutur asing mempelajari bahasa Indonesia adalah karena mereka ingin berkunjung ke Indonesia, mempunyai teman yang tinggal di Indonesia,atau bahkan Indonesia dianggap sebagai bahasa yang mudah. Memang pada awalnya para pembelajar beranggapan bahasa Indonesia itu mudah karena tidak mengenal perubahan kata kerja akibat perubahan waktu. Dibandingkan dengan bahasa Inggris yang memiliki dua bahkan tiga kata kerja yang berbeda untuk kata kerja yang sama
Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Berbasis Preferensi Industri Berdasarkan Minat Mahasiswa
Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Berbasis Preferensi Industri Berdasarkan Minat Mahasiswa

Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Berbasis Preferensi Industri Berdasarkan Minat Mahasiswa

Ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang pesat mengikuti perkembangan zaman. Pada abad 21 dinamika perkembangan ilmu pengetahuan didominasi oleh perkembangan informasi dan teknologi terutama komputer dan digital yang memungkinkan setiap orang terkoneksi tanpa batas ruang dan waktu. Melihat perkembangn ini, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mencanangkan kurikulum Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) di mana kurikulum ini memberikan ruang kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar di luar prodi dan di luar kampus. Perubahan-perubahan baik perubahan zaman dan kurikulum Pendidikan tinggi harus segera direspon oleh semua elemen di Perguruan Tinggi termasuk hingga level program studi. Merespon hal ini, Prodi Sastra Inggris menerapkan kurikulum MBKM dengan mendorong mahasiswa untuk memiliki pengalaman belajar di luar prodi dan di luar kampus melalui program-program MBKM yang telah berjalan seperti Pertukan Pelajar Mahasiswa Mandiri, dan lain-lain di mana program-program ini dapat dikonversi ke nilai mata kuliah prodi dan mata kuliah praktek seperti PKL
METAPHOR AND MEANING Understanding Metaphorical Expressions in English

METAPHOR AND MEANING Understanding Metaphorical Expressions in English

Language is far more than a collection of words. It is a powerful medium for expressing ideas, emotions, experiences, and culture. Among its most fascinating features is metaphor, which enables speakers and writers to communicate meanings that extend beyond literal interpretation. Metaphor and Meaning: Understanding Metaphorical Expressions in English offers a comprehensive and accessible exploration of metaphorical expressions, guiding readers to understand not only what metaphors mean but also why they matter in communication, literature, and English language learning. This book presents a systematic journey from the foundations of meaning and figurative language to the analysis of metaphors in poetry, songs, short stories, novels, and drama. It combines clear theoretical explanations with authentic examples, classroom activities, reflective tasks, project-based learning, and practical exercises that promote critical thinking and interpretive skills. Designed for both academic and independent learning, it also includes a glossary, assessment guidance, and additional learning resources. Ideal for students, teachers, lecturers, researchers, and EFL learners, this book serves as both a reliable reference and a practical learning companion. It empowers readers to become more insightful interpreters, more creative language users, and more culturally aware communicators in today's global English-speaking world.
Model Implementasi Pendidikan Multikultural Abdurrahman Wahid
Model Implementasi Pendidikan Multikultural Abdurrahman Wahid
Hot

Model Implementasi Pendidikan Multikultural Abdurrahman Wahid

By Madakir
Buku ini disusun untuk memberikan pemahaman kepada pembaca berkaitan dengan model implementasi pendidikan multikultural KH. Abdurrahman Wahid, atau yang biasa disapa dengan nama Gus Dur. Oleh karenanya, dalam buku ini dipaparkan mengenai ciri pendidikan multikulltural Gus Dur; nilai Pribumisasi Islam dalam konteks budaya santri, Humanisasi dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, dan nilai Moderat. Buku ini menarik untuk dibaca mengingat, Indonesia merupakan negara multicultural terbesar di dunia. Perbedaan jika dikelola dengan profesional merupakan kekayaan bangsa yang sangat tiada ternilai. Namun sebaliknya jika tidak dikelola dengan baik maka akan menjadikan malapetaka dan bencana kemanusiaan. Terjadinya tindak kekerasan, tawuran pelajar dan akhir-akhir ini pula ada kelompok Takfiri yang mengklaim kebenaran sepihak, menganggap kafir yang tidak sefaham. Oleh karena itu, diperlukan gagasan yang dapat menyatukan bangsa yang besar ini (multikultural) melalui pendidikan. Gus Dur adalah seorang tokoh multikultural. Pemikirannya menjadi inspirasi dalam rangka menanamkan nilai-nilai multikultural kepada peserta didik sebagai bekal kehidupannya.
MODEL PEMBELAJARAN REALISTIC PROJECT BASED LEARNING DENGAN PERFORMANCE ASSESSMENT
MODEL PEMBELAJARAN REALISTIC PROJECT BASED LEARNING DENGAN PERFORMANCE ASSESSMENT

MODEL PEMBELAJARAN REALISTIC PROJECT BASED LEARNING DENGAN PERFORMANCE ASSESSMENT

Di tengah tuntutan pendidikan abad ke-21, peserta didik tidak hanya dituntut menguasai konsep, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, berkolaborasi, dan memecahkan masalah dalam berbagai situasi nyata. Kondisi ini menuntut hadirnya model pembelajaran yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan relevan dengan kehidupan peserta didik. Buku Model Pembelajaran Realistic Project Based Learning (RPjBL) menawarkan inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan pendekatan realistik dengan pembelajaran berbasis proyek. Melalui model ini, peserta didik diajak memahami konsep melalui permasalahan kontekstual, melakukan investigasi, berkolaborasi, serta menghasilkan produk yang mencerminkan pemahaman mereka terhadap materi yang dipelajari. Buku ini juga mengintegrasikan performance assessment sebagai penilaian autentik yang mampu mengukur proses dan hasil belajar secara komprehensif. Disusun berdasarkan kajian teoretis dan pengembangan model pembelajaran, buku ini dapat menjadi referensi bagi dosen, guru, mahasiswa, peneliti, dan praktisi pendidikan dalam mengembangkan pembelajaran yang inovatif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan abad ke-21.
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Buku Model-Model Pembelajaran Matematika ini merupakan hasil kolaborasi dari sejumlah akademisi dan praktisi pendidikan yang memiliki perhatian mendalam terhadap peningkatan kualitas pembelajaran matematika di era transformasi pendidikan abad ke-21. Di tengah perubahan paradigma pendidikan yang mengedepankan keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif, buku ini hadir sebagai rujukan komprehensif bagi guru, dosen, mahasiswa pendidikan, dan pemerhati pendidikan. Buku ini menyajikan kerangka teoritis sekaligus aplikatif dari berbagai model pembelajaran matematika yang terbagi ke dalam beberapa pendekatan utama: model kontekstual, STEM, kooperatif, problem solving, open-ended, Realistic Mathematics Education (RME), project based learning (PjBL), hingga brain-based learning. Setiap model dikupas secara sistematis, mulai dari landasan filosofi, karakteristik, sintaks penerapan di kelas, hingga kelebihan dan tantangannya. Secara khusus, buku ini juga memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya inovasi dan adaptasi dalam pembelajaran matematika melalui integrasi teknologi, digitalisasi, serta kecerdasan buatan. Pembaca akan diajak untuk memahami bagaimana flipped classroom, blended learning, dan pembelajaran berbasis AI dapat mengubah cara guru mengajar dan siswa belajar. Penekanan pada fleksibilitas dan keberpihakan terhadap kebutuhan peserta didik menjadi benang merah dari keseluruhan isi buku. Dalam konteks Kurikulum Merdeka dan tantangan Revolusi Industri 4.0 serta Society 5.0, buku ini menjembatani kesenjangan antara teori pendidikan dan praktik pembelajaran matematika yang kontekstual, humanistik, dan transformatif. Disertai dengan contoh implementasi, rujukan ilmiah terkini, dan refleksi kritis terhadap tantangan pembelajaran, buku ini diharapkan mampu menjadi sumber inspirasi sekaligus panduan praktis dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Dengan cakupan materi yang luas, bahasa yang sistematis, serta relevansi yang tinggi terhadap kondisi pendidikan Indonesia saat ini, buku ini layak menjadi koleksi wajib bagi setiap pendidik matematika yang ingin terus berkembang dan berinovasi.
PEMBELAJARAN INOVATIF DI ERA DIGITAL
PEMBELAJARAN INOVATIF DI ERA DIGITAL

PEMBELAJARAN INOVATIF DI ERA DIGITAL

Buku Pembelajaran Inovatif di Era Digital merupakan panduan komprehensif yang membahas berbagai pendekatan dan strategi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi dan tuntutan abad ke-21. Buku ini dirancang untuk membantu para pendidik menciptakan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, kolaboratif, dan bermakna melalui penerapan metode yang inovatif serta pemanfaatan teknologi digital secara efektif. Isi buku ini mencakup pembahasan tentang konsep, prinsip, unsur, serta karakteristik pembelajaran inovatif yang berorientasi pada peserta didik. Berbagai model pembelajaran disajikan secara sistematis, seperti small-group discussion, role-play, discovery learning, cooperative learning, project-based learning, problem-based learning, flipped classroom, blended learning, hingga gamification. Setiap model dilengkapi dengan penjelasan teoritis, langkah penerapan, serta contoh konkret yang dapat diterapkan dalam konteks pembelajaran masa kini. Selain menawarkan wawasan konseptual, buku ini juga menyoroti tantangan dan solusi dalam penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di dunia pendidikan. Pembelajaran inovatif dipandang bukan sekadar sebagai metode, melainkan sebagai paradigma baru yang menuntut pendidik untuk berperan sebagai fasilitator dan pembimbing dalam menciptakan suasana belajar yang interaktif dan reflektif. Buku ini sangat relevan bagi guru, dosen, maupun praktisi pendidikan yang ingin mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi dan nilai-nilai kreativitas, sekaligus mempersiapkan peserta didik agar mampu beradaptasi dan berdaya saing di era digital yang terus berkembang.