Cart

Pendidikan

KEPEMIMPINAN DAN PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH DALAM PENGENDALIAN MUTU SEKOLAH
KEPEMIMPINAN DAN PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH DALAM PENGENDALIAN MUTU SEKOLAH

KEPEMIMPINAN DAN PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH DALAM PENGENDALIAN MUTU SEKOLAH

Buku ini membahas secara komprehensif mengenai konsep kinerja dalam manajemen pendidikan serta peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah. Pembahasan buku menguraikan konsep kepemimpinan pendidikan dengan menyoroti peran dan fungsi kepala sekolah sebagai pemimpin organisasi pendidikan yang bertanggung jawab terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan pengelolaan sekolah. Berbagai model kepemimpinan pendidikan serta kompetensi yang harus dimiliki oleh kepala sekolah juga dibahas untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai praktik kepemimpinan yang efektif dalam konteks pendidikan. Kualitas kepemimpinan kepala sekolah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja organisasi sekolah dan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan. Buku ini juga menguraikan secara sistematis mengenai sistem penilaian kinerja kepala sekolah sebagai bagian dari mekanisme pengendalian mutu pendidikan. Pembahasan meliputi prinsip dan tujuan penilaian kinerja kepala sekolah, kebijakan dan regulasi yang mengatur evaluasi kepemimpinan sekolah, serta peran pengawas sekolah dalam proses penilaian kinerja. Buku ini juga menjelaskan berbagai dimensi dan indikator yang digunakan dalam menilai efektivitas kepemimpinan kepala sekolah, seperti dimensi manajerial, supervisi akademik, kewirausahaan, pengembangan sekolah, serta hubungan sosial dan kemitraan dengan masyarakat. Buku ini memberikan landasan teoritis sekaligus implikasi praktis bagi pengembangan kepemimpinan pendidikan yang profesional dan akuntabel. Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, dosen, kepala sekolah, pengawas sekolah, serta praktisi pendidikan dalam memahami dan menerapkan sistem penilaian kinerja kepala sekolah sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.
Konseling Islami Untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional, Intelektual, Spiritual, dan Adversitas Penderita HIV/Aids
Konseling Islami Untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional, Intelektual, Spiritual, dan Adversitas Penderita HIV/Aids
Hot

Konseling Islami Untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional, Intelektual, Spiritual, dan Adversitas Penderita HIV/Aids

Konseling Islami adalah proses pemberian bantuan kepada individu agar mampu hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah, sehingga dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Penyakit HIV/AIDS adalah penyakit yang sebab utamanya karena perilaku menyimpang sexual. Kelompok berisiko dalam penyebaran penyakit ini adalah laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (homoseksual), untuk mengontrol penyebaranya melalui peningkatan program pencegahan. Studi internasional dan juga penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa pemberian konseling atau pendidikan  kesehatan reproduksi menghasilkan kehidupan  perilaku  seksual  yang  lebih  bertanggung  jawab  dan  perilaku  seks  yang aman. Buku ini mengkaji efektifitas konseling Islami dalam meningkatkan kecerdasan emosional, intelektual, spiritual dan adversitas penderita HIV/AIDS. Modul konseling Islami diperlukan untuk meningkatkan kecerdasan emosional, intelektual, spiritual dan adversitas penderita HIV/AIDS. Selain itu, perlu juga kerjasama antar sektor yang mendukung penekanan penyebaran penyakit HIV/AIDS. Buku ini disusun atas dasar keprihatinan penulis melihat fenomena bertambah banyaknya penderita HIV, dan perlu mendapatkan penanganan untuk meningkatkan kecerdasan emosional, intelektual, spiritual dan adversitas penderita dengan harapan bisa meningkatkan kualitas pengetahuan agama, kesehatan dan harapan hidup. Penulis melihat peluang dari potensi diri sebagai dosen dan sebagai anggota aktif di organisasi persatuan perawat untuk berperan aktif dalam mencegah penyebaran penyakit HIV dengan pendekatan pendidikan, psikologi dan agama.
Konsep Dasar IPA di Sekolah Dasar dan Praktikum Pembelajaran
Konsep Dasar IPA di Sekolah Dasar dan Praktikum Pembelajaran

Konsep Dasar IPA di Sekolah Dasar dan Praktikum Pembelajaran

Buku Konsep Dasar IPA di Sekolah Dasar dan Praktikum Pembelajaran disusun sebagai panduan praktis bagi guru, mahasiswa, dan praktisi pendidikan dalam memahami serta mengajarkan IPA di tingkat sekolah dasar. Buku ini mengupas konsep-konsep dasar IPA secara sistematis, mulai dari makhluk hidup, tubuh manusia, energi, hingga alam semesta.

Tidak hanya berfokus pada teori, buku ini juga menekankan pentingnya pembelajaran berbasis praktikum dan pengalaman langsung. Melalui pendekatan yang kontekstual dan mudah dipahami, pembaca diajak mengembangkan keterampilan berpikir ilmiah, rasa ingin tahu, serta kemampuan memecahkan masalah.

Buku ini diharapkan menjadi referensi yang mendukung terciptanya pembelajaran IPA yang aktif, inovatif, dan bermakna bagi peserta didik di era modern.

Konsep Dasar Pendidikan Karakter Kinerja
Konsep Dasar Pendidikan Karakter Kinerja

Konsep Dasar Pendidikan Karakter Kinerja

Karakter kinerja merupakan salah satu faktor penting dalam perkembangan peserta didik, sebagaimana kita ketahui bahwa karakter kinerja siswa di Indonesia masih sangat rendah. Rendahnya karakter kinerja tersebut akan berdampak pada rendahnya sumber daya manusia Indonesia di masa yang akan datang. Segala upaya telah dilakukan oleh sekolah untuk penguatan karakter kinerja siswa, namun belum memberikan efek yang signifikan dalam perubahan karakter kinerja siswa di sekolah. Maka dari itu perlunya terobosan baru, yang dilakukan oleh sekolah untuk meningkatkan karakter kinerja siswa. Model pendidikan karakter kerja yang dikembangkan sesuai kebutuhan siswa disinyalir dapat membantu meningkatkan karakter kinerja siswa di sekolah
Landasan Pendidikan
Landasan Pendidikan

Landasan Pendidikan

Landasan pendidikan mengacu pada praktik dan kebijakan pendidikan, serta studi analisis kritis. Ilmu pendidikan adalah teori sistematis tentang apa yang benar-benar diajarkan kepada siswa agar mereka dapat mencapai kecerdasan. Pendidikan selalu dimulai dengan langkah-langkah yang memungkinkan setiap individu untuk mengembangkan potensinya sendiri, menunjukkan sikap yang positif, dan berperilaku dengan baik di lingkungan tempat anak beraktivitas. Pendidikan dimulai dari keluarga atau individu yang belum mandiri dan kemudian berkembang di lingkungan formal dan atau non formal. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 mengamanahkan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis, serta bertanggung jawab. Buku ini merupakan karya yang dapat menambah wawasan pembaca, khususnya bagi mereka yang mengabdikan dirinya sebagai pendidik maupun tenaga kependidikan. Kajian dalam buku ini dimulai dari Hakikat Manusia dan Dimensi Kemanusiaan, Hakikat Pendidikan, Unsur-Unsur Pendidikan, Landasan Filosofis, Psikologis, Historis, Sosio Kultural, Yuridis, dan Aliran Klasik serta Gerakan Pembaharuan Pendidikan.
Langkah Praktis Menyusun Proposal Penelitian
Langkah Praktis Menyusun Proposal Penelitian

Langkah Praktis Menyusun Proposal Penelitian

Buku ini akan membahas langkah-langkah praktis dalam menyusun proposal penelitian, khususnya dalam penelitian pendidikan. Pembahasan dalam buku ini disajikan secara sistematis, terdiri dari: Pertama, merumuskan judul penelitian. Judul merupakan sesuatu yang penting di dalam penulisan karya ilmiah. Judul harus dapat menggambarkan isi dari karya ilmiah yang dibuat. Dengan memahami masalah dan novelty penelitian, akan mampu mengembangkan judul penelitian dengan baik, yang didalamnya memuat masalah penelitian yang baik, serta memiliki nilai kebaruan yang akan menambah kebermanfaatan dari penelitian yang dilakukan. Kedua, pendekatan dalam penelitian pendidikan. Sebelum mempersiapkan langkah pengumpulan data, terlebih dahulu harus mengetahui pendekatan dari penelitian yang akan dilakukan. Hal ini agar langkah-langkah pengumpulan data yang dilakukan sesuai dengan prosedur dari pendekatan penelitian yang dipilih. Ketiga, pertanyaan dan hipotesis penelitian. Pertanyaan penelitian bisa dikatakan sebagai cara peneliti untuk mencari Solusi atas masalah yang dia ungkapkan. Jawaban atas pertanyaan itulah diharapkan akan menjawab masalah yang diungkapkan peneliti. Pertanyaan penelitian ini sangat erat kaitannya dengan hipotesis penelitian. Hipotesis merupakan salah satu bagian penting dalam penelitian. Hipotesis ini merupakan dugaan cerdas tentang jawaban dari pertanyaan penelitian yang diajukan. Untuk dapat menjawab pertanyaan penelitian, hipotesis perlu dikembangkan dengan cara yang baik dan benar. Keempat, pengumpulan data penelitian. Pada buku ini akan dijelaskan mengenai menentukan sampel penelitian, alat/instrument pengumpul data, dan pengujian instrument penelitian yang meliputi uraian untuk mengukur validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Dengan memahami sampling penelitian dan instrumen pengumpul data, peneliti akan mampu menentukan subjek penelitian yang tepat, serta memilih instrumen yang tepat untuk mengumpulkan data sesuai dengan masalah penelitian yang ingin ketahui jawabannya.
LEAP: LEARNING ENGLISH VIA APPS AND PLATFORMS
LEAP: LEARNING ENGLISH VIA APPS AND PLATFORMS
Hot

LEAP: LEARNING ENGLISH VIA APPS AND PLATFORMS

LEAP: Learning English via Apps and Platforms merupakan panduan praktis untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan bahasa Inggris melalui aplikasi maupun platform digital. Di era teknologi ini, belajar tidak lagi terbatas pada buku teks atau ruang kelas. Buku ini mengenalkan berbagai aplikasi dan platform belajar bahasa Inggris yang dirancang untuk mengasah keterampilan berbicara, mendengarkan, membaca, dan menulis secara terpadu. Ditulis oleh tim penulis muda yang berpengalaman di bidang pendidikan dan teknologi, buku ini menyajikan langkah-langkah penggunaan aplikasi/platform, fitur unggulan, serta strategi belajar mandiri yang efektif. Cocok bagi siswa, guru, dan pembelajar mandiri, LEAP mengajak pembaca untuk “leap further and go beyond”—menjadikan teknologi sebagai mitra belajar yang interaktif dan menyenangkan. Mulailah perjalanan belajarmu hari ini dengan pendekatan yang modern, fleksibel, dan bermakna. Dengan LEAP, belajar bahasa Inggris jadi lebih menarik dan seru!
LEARNING ENGLISH DIFFERENTLY:  CRITICAL AND CREATIVE APPROACHES TO ELT METHODS
LEARNING ENGLISH DIFFERENTLY:  CRITICAL AND CREATIVE APPROACHES TO ELT METHODS

LEARNING ENGLISH DIFFERENTLY: CRITICAL AND CREATIVE APPROACHES TO ELT METHODS

In an era where English has become a global bridge for knowledge, culture, and opportunity, the way we teach it must evolve. Learning English Differently: Critical and Creative Approaches to ELT Methods invites readers to rethink English Language Teaching through fresh, innovative, and context-responsive perspectives. Moving beyond rigid, traditional classroom routines, this book explores a spectrum of contemporary methods; Problem-Based Learning, Project-Based Learning, Task-Based Language Teaching, Cooperative Learning, Communicative Language Teaching, Flipped Classroom, Post-Method Pedagogy, and more. Drawing on blending theory, research, and practical classroom strategies, the authors illuminate how each approach can foster critical thinking, collaboration, creativity, and communicative competence. More importantly, the book challenges educators to question underlying assumptions in ELT and to design learning experiences that honor students’ identities, cultures, and lived realities. Written with clarity and vision, this book serves as an essential companion for teachers, education students, researchers, and anyone committed to transforming English learning into a meaningful, empowering, and future-oriented journey.
LETS Local Wisdom-Based English Teaching Strategies

LETS Local Wisdom-Based English Teaching Strategies

LETS: Local Wisdom-Based English Teaching Strategies presents a contextual and inquiry-oriented framework for transforming English literacy learning in higher education. Responding to the persistent challenges of decontextualized reading instruction, this book demonstrates how local wisdom can become an epistemic and cognitive resource that strengthens comprehension, engagement, and higher-order thinking rather than serving merely as cultural enrichment. Grounded in classroom-based inquiry and Design-Based Research conducted in an Indonesian EFL context, the LETS Framework integrates local wisdom, Problem-Based Learning, collaborative inquiry, and reflective literacy practices into a coherent pedagogical model. Through this integration, reading is redefined as a meaningful process of investigation, interpretation, and knowledge construction that connects global academic literacy with learners’ cultural identities and lived experiences. The book presents the theoretical foundations, conceptual framework, instructional design, classroom implementation, and empirical evidence supporting LETS. It also offers practical guidance for developing contextual reading materials, inquiry-oriented literacy activities, reflective assessment, and culturally responsive teaching practices that foster meaningful and equitable learning environments. Written for lecturers, teachers, curriculum developers, researchers, and graduate students, this monograph contributes to contemporary discussions on contextual EFL pedagogy by demonstrating that meaningful English literacy emerges when global learning is connected to local knowledge, culture, and authentic educational experiences.
LOCAL WISDOM BASED-READING FOR UNIVERSITY STUDENTS

LOCAL WISDOM BASED-READING FOR UNIVERSITY STUDENTS

Reading is no longer simply about understanding words on a page. In today's academic and information-rich world, university students need to analyze ideas, evaluate evidence, solve problems, and connect what they read with real-life situations. Reading Skills for University Students: Integrating Local Wisdom and Problem-Based Learning is designed to support first-year university students in developing these essential reading competencies through meaningful, contextual, and engaging learning experiences. A distinctive feature of this book is the integration of Majalengka's local wisdom into authentic reading materials. Local legends, culinary heritage, tourism, agriculture, environmental issues, and community life become meaningful contexts through which students develop English reading skills while strengthening their appreciation of local culture. Supported by the principles of Problem-Based Learning, students are encouraged not only to understand texts but also to analyze issues, collaborate with peers, and propose evidence-based solutions to authentic local challenges. Ideal for Reading Comprehension courses in higher education, this book serves as both an instructional resource and a bridge between language learning, critical literacy, and responsible citizenship, preparing students to become thoughtful readers and lifelong learners.
Manajemen Strategis Peningkatan Mutu Pendidikan Islam:  Kajian Empiris Lembaga Pendidikan Pesantren
Manajemen Strategis Peningkatan Mutu Pendidikan Islam:  Kajian Empiris Lembaga Pendidikan Pesantren

Manajemen Strategis Peningkatan Mutu Pendidikan Islam: Kajian Empiris Lembaga Pendidikan Pesantren

Perjalanan sebuah lembaga pendidikan pesantren, terlebih bagi lembaga pesantren sekelas middle low, tentu dalam mempertahankan eksistensinya bukanlah sebuah perjuangan yang sederhana. Sebagai lembaga pesantren yang bukan masuk dalam kategori pesantren-pesantren besar dan ternama di tanah air, maka kemampuan bertahan dan kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap pesantren merupakan hal hal istimewa. Pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia dalam konteks pendidikan agama bagi anak bangsa, memiliki gaya yang khas yang sangat mencolok perbedaannya. Pertama, peranan seorang pimpinan dan sesepuh pondok pesantren. Pimpinan pesantren adalah kiai yang berada pada jajaran sesepuh yang biasanya secara genetik adalah pendiri atau keturunnya, yang dinobatkan oleh entitas pesantren tersebut sebagai pimpinan umum, memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan lembaga pesantren. Adapun sesepuh adalah mereka yang setingkat dengan pimpinan dan dituakan namun bisa jadi lebih muda atau merupakan menantu, juga memiliki peran yang kuat dalam menentukan keberhasilan perjalanan manajemen strategis. Kedua, pihak dewan kiai, memiliki peran sebagai aktor dan pelaksana dilapangan yang melakukan serta mengatur manajemen yang dilakukan. Ketiga, pihak yayasan, kalangan ini memiliki peran penting sebagai pihak yang memberikan dukungan baik moril maupun materil, mengingat yayasan adalah lembaga formal yang sah dan memiliki dasar hukum di negara Indonesia, sehingga memiliki hak akses atas fasilitas baik fasilitas masyarakat ataupun milik pemerintah. Keempat, santri, tentu saja santri ini berlaku sebagai subjek dan juga objek dalam pelaksanaan manajemen strategis. Kelima, wali santri atau orang tua memiliki peran kuat dengan dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada pesantren. Keenam, masyarakat, komponen terakhir inilah yang dalam skala makro berkontribusi sebagai pihak ekstrenal namun juga berperan sangat kuat akan tercapainya sebuah tujuan manajerial.
MASALAH DALAM PUBLIC SPEAKING
MASALAH DALAM PUBLIC SPEAKING

MASALAH DALAM PUBLIC SPEAKING

Public speaking adalah keterampilan yang vital di era komunikasi ini, namun tidak jarang menjadi momok menakutkan bagi banyak orang. Buku ini akan membongkar secara sistematis berbagai permasalahan yang sering dihadapi oleh para pembicara, baik pemula maupun yang telah berpengalaman. Disusun berdasarkan pengalaman langsung dan pengamatan mendalam, buku ini mengidentifikasi lebih dari 100 masalah nyata yang kerap muncul dalam aktivitas berbicara di depan umum. Mulai dari persiapan materi yang lemah, struktur penyampaian yang kacau, hingga kendala teknis dan ketidakmampuan menjawab pertanyaan audiens secara meyakinkan—semuanya dibedah dengan pendekatan yang lugas dan solutif. Buku ini tidak hanya mengupas persoalan, tetapi juga menyajikan strategi praktis untuk mengatasinya: bagaimana menyusun alur presentasi yang efektif, mengelola bahasa tubuh dan intonasi suara, membangun koneksi emosional dengan audiens, serta membangun rasa percaya diri yang kuat. Disertai dengan contoh nyata, daftar permasalahan, dan tips aplikatif, buku ini menjadi panduan lengkap bagi siapa saja yang ingin tampil percaya diri dan profesional saat berbicara di depan publik. Lebih dari sekadar panduan teknis, buku ini juga menjadi pengingat bahwa setiap tantangan dalam public speaking adalah peluang untuk berkembang. Dengan memahami kendala-kendala umum yang sering diabaikan, pembaca diajak untuk memperbaiki, berlatih, dan terus meningkatkan kualitas komunikasi. Buku ini akan sangat cocok bagi siapa pun yang ingin menguasai seni berbicara dengan percaya diri, terstruktur, dan berdampak.