Cart

Shop

LETS Local Wisdom-Based English Teaching Strategies

LETS Local Wisdom-Based English Teaching Strategies

LETS: Local Wisdom-Based English Teaching Strategies presents a contextual and inquiry-oriented framework for transforming English literacy learning in higher education. Responding to the persistent challenges of decontextualized reading instruction, this book demonstrates how local wisdom can become an epistemic and cognitive resource that strengthens comprehension, engagement, and higher-order thinking rather than serving merely as cultural enrichment. Grounded in classroom-based inquiry and Design-Based Research conducted in an Indonesian EFL context, the LETS Framework integrates local wisdom, Problem-Based Learning, collaborative inquiry, and reflective literacy practices into a coherent pedagogical model. Through this integration, reading is redefined as a meaningful process of investigation, interpretation, and knowledge construction that connects global academic literacy with learners’ cultural identities and lived experiences. The book presents the theoretical foundations, conceptual framework, instructional design, classroom implementation, and empirical evidence supporting LETS. It also offers practical guidance for developing contextual reading materials, inquiry-oriented literacy activities, reflective assessment, and culturally responsive teaching practices that foster meaningful and equitable learning environments. Written for lecturers, teachers, curriculum developers, researchers, and graduate students, this monograph contributes to contemporary discussions on contextual EFL pedagogy by demonstrating that meaningful English literacy emerges when global learning is connected to local knowledge, culture, and authentic educational experiences.
LOCAL WISDOM BASED-READING MATERIALS FOR UNIVERSITY STUDENTS

LOCAL WISDOM BASED-READING MATERIALS FOR UNIVERSITY STUDENTS

Reading is no longer simply about understanding words on a page. In today's academic and information-rich world, university students need to analyze ideas, evaluate evidence, solve problems, and connect what they read with real-life situations. Reading Skills for University Students: Integrating Local Wisdom and Problem-Based Learning is designed to support first-year university students in developing these essential reading competencies through meaningful, contextual, and engaging learning experiences. A distinctive feature of this book is the integration of Majalengka's local wisdom into authentic reading materials. Local legends, culinary heritage, tourism, agriculture, environmental issues, and community life become meaningful contexts through which students develop English reading skills while strengthening their appreciation of local culture. Supported by the principles of Problem-Based Learning, students are encouraged not only to understand texts but also to analyze issues, collaborate with peers, and propose evidence-based solutions to authentic local challenges. Ideal for Reading Comprehension courses in higher education, this book serves as both an instructional resource and a bridge between language learning, critical literacy, and responsible citizenship, preparing students to become thoughtful readers and lifelong learners.
MAKAN SEHAT TANPA BIAYA: Panduan Gizi Gratis Untuk Hidup Berkualitas
MAKAN SEHAT TANPA BIAYA: Panduan Gizi Gratis Untuk Hidup Berkualitas

MAKAN SEHAT TANPA BIAYA: Panduan Gizi Gratis Untuk Hidup Berkualitas

Buku ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan mendesak akan pemahaman dan strategi untuk menjalani hidup sehat tanpa harus terbebani oleh biaya tinggi. Makan Sehat Tanpa Biaya: Panduan Gizi Gratis untuk Hidup Berkualitas menawarkan pendekatan yang realistis, berbasis potensi lokal, dan berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Disusun secara sistematis dan berbasis fakta, buku ini mengawali pembahasan dengan konsep dasar gizi, menjelaskan pentingnya zat gizi makro dan mikro dalam kehidupan sehari-hari serta konsekuensi dari kekurangan gizi. Bab ini juga mengupas tantangan akses pangan sehat, khususnya bagi kelompok ekonomi lemah dan masyarakat di wilayah marginal. Selanjutnya, pembaca dibimbing untuk mengenali dan mengoptimalkan pangan lokal, seperti umbi-umbian, sayuran liar, daun-daunan, dan sumber protein nabati yang murah namun tinggi kandungan gizi. Pemanfaatan pangan lokal tidak hanya menjadi solusi praktis, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional dan kelestarian lingkungan. Pada bagian ketiga, buku ini menyajikan strategi menyusun menu sehat dan murah. Dilengkapi dengan contoh menu harian dan panduan praktis, pembaca diajak untuk mengatur pola makan seimbang tanpa harus bergantung pada produk mahal atau makanan instan. Pendekatan ini memadukan pengetahuan gizi, kreativitas dapur, dan manajemen belanja yang cerdas. Bab selanjutnya menyoroti praktik kemandirian pangan dan gizi dalam komunitas. Buku ini memberikan contoh konkret dari berbagai inisiatif masyarakat, seperti kebun pangan rumah tangga, dapur umum berbasis swadaya, dan program bank makanan, yang telah berhasil mendukung pemenuhan gizi tanpa biaya tambahan yang membebani. Akhirnya, buku ini menekankan pentingnya peran multisektor—melibatkan pemerintah, akademisi, sektor swasta, LSM, dan masyarakat luas—dalam mewujudkan sistem pangan yang inklusif dan gizi yang dapat diakses oleh semua kalangan. Kolaborasi lintas sektor dinilai sebagai kunci dalam menciptakan perubahan struktural menuju keadilan pangan dan kesehatan masyarakat. Makan Sehat Tanpa Biaya bukan hanya buku panduan, tetapi juga seruan moral untuk membangun kesadaran kolektif bahwa hidup sehat adalah hak semua orang. Buku ini cocok dibaca oleh masyarakat umum, penggerak komunitas, mahasiswa gizi dan kesehatan, hingga pembuat kebijakan yang peduli terhadap isu ketahanan pangan dan keadilan sosial. Dengan gaya bahasa yang lugas dan data yang akurat, buku ini menjadi rujukan penting di tengah krisis gizi dan meningkatnya biaya hidup. Karena sejatinya, makan sehat tidak harus mahal, dan kualitas hidup yang baik seharusnya dapat dijangkau oleh setiap lapisan masyarakat.
MANAJEMEN APOTEK DAN PELAYANAN KEFARMASIAN
MANAJEMEN APOTEK DAN PELAYANAN KEFARMASIAN

MANAJEMEN APOTEK DAN PELAYANAN KEFARMASIAN

Buku “Manajemen Apotek dan Pelayanan Kefarmasian” disusun untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai pengelolaan apotek sebagai salah satu pilar penting dalam sistem pelayanan kesehatan. Apotek tidak lagi sekadar tempat distribusi obat, melainkan pusat pelayanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan pasien, efektivitas terapi, serta pengembangan layanan yang inovatif. Pembahasan dalam buku ini terdiri dari lima bab utama. Bab pertama menguraikan konsep dasar manajemen apotek, termasuk tujuan, ruang lingkup, serta peran strategis apoteker dalam memastikan keberlangsungan layanan. Bab kedua berfokus pada pengelolaan obat dan sediaan farmasi, yang mencakup tahapan perencanaan, pengadaan, penyimpanan, hingga pemusnahan, sesuai dengan standar regulasi yang berlaku. Bab ketiga membahas pelayanan kefarmasian berorientasi pasien atau pharmaceutical care. Paradigma ini menekankan bahwa apoteker berperan aktif dalam konseling, monitoring terapi, serta pencegahan masalah terkait obat. Bab keempat mengulas aspek regulasi dan etika, sebagai landasan penting untuk menjamin pelayanan yang bermutu, aman, serta menjunjung tinggi profesionalisme. Bab terakhir membahas strategi pengembangan apotek di era digital, termasuk inovasi layanan berbasis teknologi, pemasaran, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
MANAJEMEN STRATEGI BISNIS:  Panduan Praktis Menuju Keunggulan Kompetitif

MANAJEMEN STRATEGI BISNIS: Panduan Praktis Menuju Keunggulan Kompetitif

Di tengah persaingan bisnis yang semakin dinamis, perubahan teknologi yang cepat, dan tuntutan pasar yang terus berkembang, kemampuan mengelola strategi menjadi penentu keberlangsungan organisasi. Buku Manajemen Strategi Bisnis: Panduan Praktis Menuju Keunggulan Kompetitif hadir sebagai referensi yang memadukan landasan konseptual dengan pendekatan praktis untuk membantu pembaca memahami bagaimana strategi dirancang, dijalankan, dan dievaluasi secara sistematis. Pembahasan buku ini mengajak pembaca memahami hakikat manajemen strategi, analisis lingkungan bisnis, serta pentingnya visi, misi, dan tujuan sebagai arah pengambilan keputusan. Selanjutnya, pembaca diperkenalkan pada berbagai pendekatan formulasi strategi, implementasi strategi, pengelolaan keuangan dan penganggaran strategis, hingga pengukuran kinerja dan evaluasi. Perhatian khusus diberikan pada inovasi dan transformasi digital sebagai kekuatan penting dalam membangun daya saing bisnis modern. Digitalisasi proses, pengembangan produk, inovasi model bisnis, pemanfaatan data, serta kepemimpinan yang adaptif dibahas sebagai bagian dari strategi menghadapi disrupsi. Perspektif keberlanjutan, tanggung jawab sosial, dan ESG turut memperluas pemahaman bahwa keberhasilan bisnis tidak semata diukur melalui profit, tetapi juga melalui nilai yang diciptakan bagi pemangku kepentingan. Dengan bahasa sistematis dan aplikatif, buku ini menjembatani teori dengan praktik bisnis masa kini. Buku ini relevan bagi mahasiswa, akademisi, pengusaha, manajer, pelaku UMKM, dan praktisi yang membutuhkan panduan strategis untuk membangun organisasi yang adaptif, inovatif, kompetitif, dan berkelanjutan.
Manajemen Strategis Peningkatan Mutu Pendidikan Islam:  Kajian Empiris Lembaga Pendidikan Pesantren
Manajemen Strategis Peningkatan Mutu Pendidikan Islam:  Kajian Empiris Lembaga Pendidikan Pesantren

Manajemen Strategis Peningkatan Mutu Pendidikan Islam: Kajian Empiris Lembaga Pendidikan Pesantren

Perjalanan sebuah lembaga pendidikan pesantren, terlebih bagi lembaga pesantren sekelas middle low, tentu dalam mempertahankan eksistensinya bukanlah sebuah perjuangan yang sederhana. Sebagai lembaga pesantren yang bukan masuk dalam kategori pesantren-pesantren besar dan ternama di tanah air, maka kemampuan bertahan dan kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap pesantren merupakan hal hal istimewa. Pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia dalam konteks pendidikan agama bagi anak bangsa, memiliki gaya yang khas yang sangat mencolok perbedaannya. Pertama, peranan seorang pimpinan dan sesepuh pondok pesantren. Pimpinan pesantren adalah kiai yang berada pada jajaran sesepuh yang biasanya secara genetik adalah pendiri atau keturunnya, yang dinobatkan oleh entitas pesantren tersebut sebagai pimpinan umum, memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan lembaga pesantren. Adapun sesepuh adalah mereka yang setingkat dengan pimpinan dan dituakan namun bisa jadi lebih muda atau merupakan menantu, juga memiliki peran yang kuat dalam menentukan keberhasilan perjalanan manajemen strategis. Kedua, pihak dewan kiai, memiliki peran sebagai aktor dan pelaksana dilapangan yang melakukan serta mengatur manajemen yang dilakukan. Ketiga, pihak yayasan, kalangan ini memiliki peran penting sebagai pihak yang memberikan dukungan baik moril maupun materil, mengingat yayasan adalah lembaga formal yang sah dan memiliki dasar hukum di negara Indonesia, sehingga memiliki hak akses atas fasilitas baik fasilitas masyarakat ataupun milik pemerintah. Keempat, santri, tentu saja santri ini berlaku sebagai subjek dan juga objek dalam pelaksanaan manajemen strategis. Kelima, wali santri atau orang tua memiliki peran kuat dengan dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada pesantren. Keenam, masyarakat, komponen terakhir inilah yang dalam skala makro berkontribusi sebagai pihak ekstrenal namun juga berperan sangat kuat akan tercapainya sebuah tujuan manajerial.
MASALAH DALAM PUBLIC SPEAKING
MASALAH DALAM PUBLIC SPEAKING

MASALAH DALAM PUBLIC SPEAKING

Public speaking adalah keterampilan yang vital di era komunikasi ini, namun tidak jarang menjadi momok menakutkan bagi banyak orang. Buku ini akan membongkar secara sistematis berbagai permasalahan yang sering dihadapi oleh para pembicara, baik pemula maupun yang telah berpengalaman. Disusun berdasarkan pengalaman langsung dan pengamatan mendalam, buku ini mengidentifikasi lebih dari 100 masalah nyata yang kerap muncul dalam aktivitas berbicara di depan umum. Mulai dari persiapan materi yang lemah, struktur penyampaian yang kacau, hingga kendala teknis dan ketidakmampuan menjawab pertanyaan audiens secara meyakinkan—semuanya dibedah dengan pendekatan yang lugas dan solutif. Buku ini tidak hanya mengupas persoalan, tetapi juga menyajikan strategi praktis untuk mengatasinya: bagaimana menyusun alur presentasi yang efektif, mengelola bahasa tubuh dan intonasi suara, membangun koneksi emosional dengan audiens, serta membangun rasa percaya diri yang kuat. Disertai dengan contoh nyata, daftar permasalahan, dan tips aplikatif, buku ini menjadi panduan lengkap bagi siapa saja yang ingin tampil percaya diri dan profesional saat berbicara di depan publik. Lebih dari sekadar panduan teknis, buku ini juga menjadi pengingat bahwa setiap tantangan dalam public speaking adalah peluang untuk berkembang. Dengan memahami kendala-kendala umum yang sering diabaikan, pembaca diajak untuk memperbaiki, berlatih, dan terus meningkatkan kualitas komunikasi. Buku ini akan sangat cocok bagi siapa pun yang ingin menguasai seni berbicara dengan percaya diri, terstruktur, dan berdampak.
MASUKNYA BUDAYA ASING DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA

MASUKNYA BUDAYA ASING DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA

Arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital telah membuka ruang tanpa batas bagi masuknya berbagai budaya asing ke dalam kehidupan anak-anak Indonesia. Di balik kemudahan akses informasi dan peluang belajar yang semakin luas, tersimpan tantangan besar terhadap pembentukan karakter generasi muda, khususnya siswa sekolah dasar yang masih berada pada fase penting perkembangan moral, sosial, dan kepribadian. Buku Masuknya Budaya Asing dalam Membentuk Karakter Siswa mengupas secara komprehensif dinamika tersebut melalui perspektif pendidikan, psikologi perkembangan, budaya, dan pembelajaran. Pembahasan diawali dengan analisis mengenai budaya digital, perilaku imitasi anak terhadap konten media sosial, serta dampaknya terhadap karakter, kesantunan berbahasa, dan perkembangan moral peserta didik. Selanjutnya, buku ini mengulas berbagai strategi penguatan karakter melalui peran guru sebagai teladan, implementasi Profil Pelajar Pancasila, digital parenting, internalisasi kearifan lokal, sinergi sekolah dan keluarga, pendidikan karakter religius, serta penumbuhan nasionalisme di tengah fenomena borderless world. Tidak berhenti pada identifikasi persoalan, buku ini juga menawarkan berbagai strategi praktis yang dapat diterapkan oleh guru, orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam membangun ketahanan karakter anak terhadap derasnya pengaruh budaya asing. Berbagai contoh implementasi pendidikan karakter dipadukan dengan kajian teoritis yang relevan sehingga menghasilkan pembahasan yang sistematis, kontekstual, dan aplikatif. Buku ini hadir sebagai referensi bagi mahasiswa, calon guru, pendidik, dosen, peneliti, pemerhati pendidikan, serta orang tua yang memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi bangsa. Melalui pemahaman yang utuh mengenai hubungan antara globalisasi, budaya digital, dan pendidikan karakter, pembaca diajak untuk membangun ekosistem pendidikan yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi secara bijaksana tanpa kehilangan identitas budaya, nilai-nilai Pancasila, dan karakter luhur bangsa Indonesia. Buku ini menjadi ikhtiar akademik untuk meneguhkan bahwa pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam mempersiapkan generasi yang cerdas, berintegritas, adaptif, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan.
MEDIA AND TECHNOLOGY IN ELT
MEDIA AND TECHNOLOGY IN ELT

MEDIA AND TECHNOLOGY IN ELT

This book is structured to offer both conceptual foundations and practical applications. It begins by exploring the role of media in language teaching and the theoretical frameworks that support its use. Subsequent chapters introduce a range of traditional and digital media, including audiovisual aids, printed materials, multimedia presentations, language learning apps, digital games, and virtual learning environments. Special attention is given to the integration of ICT, not only as a support tool but as a transformative element in language education. From blended learning models to fully online instruction, the chapters explore how ICT fosters learner autonomy, collaboration, and global communication. The book also examines the challenges teachers may face, such as digital literacy, access to resources, and pedagogical readiness, and offers strategies for overcoming them. As educators ourselves, we understand that theory alone is insufficient. Therefore, this book emphasizes practical examples, case studies, lesson planning ideas, and classroom activities that can be directly applied or adapted to different teaching contexts. These resources are designed to inspire creativity and critical thinking among teachers in designing their own instructional materials.
Membangun Disiplin Siswa Melalui Keteladanan Guru
Membangun Disiplin Siswa Melalui Keteladanan Guru
Hot

Membangun Disiplin Siswa Melalui Keteladanan Guru

Proses pelaksanaan pendidikan melibatkan banyak elemen di dalamnya, salah satunya adalah guru atau pendidik. Bagi seorang guru, menjadi teladan yang baik bagi anak didiknya adalah mutlak dan tidak bisa di tinggalkan karena itulah jalan satu-satunya untuk menciptakan anak didik yang unggul dan handal. Kedispilinan menjadi faktor penting dalam kesuksesan seseorang. Oleh karenanya kedisiplinan perlu dipupuk sejak dini. Masalahnya adalah seringkali siswa di sekolah dasar kurang disiplin dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari. Hal ini menegaskan bahwa diperlukan sebuah teladan untuk siswa agar mampu ditiru dalam berdisiplin dalam kegiatan sehari-hari. Buku ini akan membahas implikasi keteladanan guru terhadap perilaku disiplin peserta didik. Pentingnya sebuah keteladanan bagi seorang guru adalah untuk menjadi pigur peserta didik dan juga agar menjadi guru yang berkualitas. Baik dari segi sikap, tindakan, tutur kata, dan kepribadianyang di perlihatkan dan di terapkan oleh guru di sekolah sehingga akan membentuk watak dan perilaku yang baik pula pada peserta didik. Menjadi guru yang mampu memberikan keteladanan-keteladanan yang baik, sesuai yang yang di ajarkan agama Islam, sehingga dari keteladanan inilah akan memancarkan kewibawaan-kewibawaan yang luhur dan mulia yang dapat diteladani oleh peserta didik.
MENEMBUS KATA: SEJARAH, PRAKTIK, DAN SENI MENULIS JURNALISTIK
MENEMBUS KATA: SEJARAH, PRAKTIK, DAN SENI MENULIS JURNALISTIK

MENEMBUS KATA: SEJARAH, PRAKTIK, DAN SENI MENULIS JURNALISTIK

Jurnalistik bukan semata persoalan menyusun kata atau menulis fakta, melainkan juga tentang membangun kepercayaan publik, merawat nurani, dan menjunjung tinggi integritas. Di tengah arus informasi yang deras dan sering kali membingungkan, peran jurnalis sebagai penjaga kebenaran menjadi semakin krusial. Buku ini ditutup bukan sebagai akhir dari pembelajaran, melainkan sebagai awal dari perjalanan panjang dalam memahami, mengamalkan, dan menyempurnakan praktik jurnalistik. Kami berharap, pembaca tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis dari buku ini, tetapi juga menyerap nilai-nilai etis dan tanggung jawab sosial yang melekat dalam profesi jurnalis. Kami percaya bahwa setiap tulisan yang lahir dari kejujuran, empati, dan riset yang mendalam memiliki kekuatan untuk mengubah dunia—meskipun perlahan, namun pasti. Semoga buku ini menjadi salah satu bekal bagi para calon jurnalis, pendidik, dan siapa saja yang ingin "menembus kata" demi menjangkau makna, keadilan, dan kemanusiaan. Teruslah menulis. Teruslah mencari kebenaran.
Mengajar Matematika di Era Digital: Strategi dan Media Inovatif
Mengajar Matematika di Era Digital: Strategi dan Media Inovatif

Mengajar Matematika di Era Digital: Strategi dan Media Inovatif

Masihkah matematika menjadi "momok" yang menakutkan bagi siswa Anda? Di tengah arus disrupsi teknologi, metode pengajaran konvensional tak lagi cukup untuk menjangkau generasi digital native. Buku "Mengajar Matematika di Era Digital: Strategi dan Media Inovatif" hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut. Bukan sekadar manual teknis penggunaan aplikasi, buku ini adalah peta jalan pedagogis bagi pendidik modern yang ingin mengubah kelas matematika yang kaku menjadi ruang belajar interaktif. Di dalamnya, penulis mengupas tuntas strategi mengintegrasikan teknologi secara bermakna, meliputi:
  • Transformasi Pedagogi: Menggeser metode ceramah menuju pembelajaran berbasis proyek digital.
  • Media Mutakhir: Pemanfaatan Gamification, Dynamic Geometry Software, hingga integrasi Artificial Intelligence (AI) untuk memvisualisasikan konsep abstrak.
  • Asesmen Modern: Teknik evaluasi digital yang efektif dan terukur.
Bacaan wajib bagi guru, dosen, dan mahasiswa kependidikan. Buku ini mengajak Anda untuk berhenti melihat teknologi sebagai ancaman, dan mulai menjadikannya jembatan untuk meningkatkan literasi numerasi serta kemampuan pemecahan masalah siswa. Saatnya mentransformasi cara mengajar dan menjadikan matematika pelajaran yang relevan serta menyenangkan.